tinea vesicolorThis is a featured page

Panu Bisa Serang Siapa saja Penyakit panu merupakan "penyakit rakyat" yang dapat menyerang semua orang pada semua golongan umur. Penyakit panu yang dalam bahasa kedokteran disebut pitiriasis versikolor atau tinea versikolor yang disebabkan oleh jamur dalam genus malassezia dan sebagai spesies tunggal disebut sebagai malassezia furfur. Spesies ini merupakan flora normal pada kulit. Penyakit ini lebih prevalen di daerah tropis yang bersuhu hangat dan lembab. Laporan dari berbagai rumah sakit bagian kulit di Indonesia menunjukkan kasus panu ini masih cukup prevalen. Bagaimana sesungguhnya proses terjadinya panu ini? SEBAGIAN besar kasus panu ini terjadi akibat aktivasi dari malassezia furfur akibat adanya perubahan keseimbangan flora normal kulit. Faktor yang dapat mempengaruhi keseimbangan tersebut antara lain adalah faktor lingkungan dan suseptibilitas individual. Faktor lingkungan yaitu faktor kelembaban kulit, sedangkan faktor individual yaitu penyakit yang mempengaruhi imunitas, malnutrisi, penggunaan obat-obatan yang menurunkan imunitas dan adanya kecenderungan genetik (keturunan). Akibat kondisi tersebut, malassezia furfur akan berkembang menjadi bentuk miselial yang bersifat patogenik yang terlihat secara klinis sebagai penyakit panu. Penyakit ini paling banyak dijumpai pada usia belasan, walaupun pernah dilaporkan pada usia yang lebih muda dan tua. Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah yang menghasilkan banyak keringat, karena jamur ini hidup dan berkembang biak dari hasil metabolisme sebum. Biasanya terdapat pada bagian atas dada dan meluas ke lengan, leher, perut, kaki, ketiak, pelipatan paha, muka, dan kepala. Penyakit ini terutama ditemukan pada daerah yang tertutup pakaian yang bersifat lembab. Keluhan ini pada awalnya timbul bercak yang berwarna coklat, bercak putih yang disertai dengan rasa gatal terutama pada waktu berkeringat. Bercak putih tersebut disebabkan oleh asam dekarboksilase yang dihasilkan oleh jamur yang bersifat kompetitif inhibitor terhadap enzim tirosinase dan mempunyai efek sitotoksik terhadap melanosit yang menghasilkan pigmen warna pada kulit. Diagnosis secara klinis penyakit panu ini ditegakkan berdasarkan inspeksi atau pengamatan langsung adanya bercak-bercak putih/coklat/kemerahan tergantung warna kulit yang berbatas tegas yang bila digaruk akan terlihat kasar. Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan dengan lampu woods yang bila disinari akan menampakkan flouresensi berwarna kuning keemasan pada lesi yang bersisik tersebut. Pemeriksaan secara mikroskopis dengan kerokan yang ditempel pada selotif dan kemudian ditetesi dengan HOH 10-20% pada objek gelas. Jika diamati dengan mikroskop, akan memperlihatkan hifa yang pendek-pendek dan spora yang bergerombol. Kalau ini ditetesi pula dengan zat warna parker blue-black atau biru laktofenol, akan memperlihatkan warna yang hijau. Pemeriksaan dengan biakan jamur tidak terlalu bernilai secara diagnostik karena memerlukan waktu yang lama. Pengobatan dan Pencegahan
Pengobatan dapat dilakukan secara topikal dan sistemik. Bila lesinya minimal atau terbatas, dapat diberikan secara topikal dengan golongan obat azol (ketokonazol, bifonazol, tiokonazol, mikonazol, kotrimazol) dalam bentuk krim selama 2-3 minggu. Dapat juga diberikan salep Whitfield, salisil spritus 10% yang bersifat keratolitik. Bila lesinya luas dapat dipakai ketokonazol 2% dalam bentuk shampo yang dioleskan pada daerah lesi dan dibiarkan selama 10-15 menit kemudian dibilas. Pengobatan dilakukan 2-3 kali seminggu selama 2-4 minggu.
Selenium sulfida 2,5% (Selsun) dalam bentuk shampo dapat juga dipakai 15-30 menit sebelum mandi dan dilakukan 1-2 kali seminggu selama 2-4 minggu. Pengobatan secara sistemik dilakukan bila lesinya luas. Obat golongan ketokonazol dan itrakonazol dapat diberikan secara oral selama 7-10 hari. Kadang-kadang rasa gatalnya hilang, tetapi bercak-bercak putihnya masih ada. Hal ini disebabkan oleh perubahan warna kulit ke warna semula, memerlukan waktu 3-4 minggu sesuai dengan warna regenerasi kulit (bagian teratas akan terkelupas). Untuk pencegahan, dapat dilakukan dengan selalu menjaga higienitas perseorangan, hindari kelembaban kulit dan menghindari kontak langsung dengan penderita. Ingat, penyakit kulit panuan ini bisa serang siapa saja. By : dr. I Putu Kurniyanta


4206100093
4206100093
Latest page update: made by 4206100093 , Jul 11 2007, 8:58 AM EDT (about this update About This Update 4206100093 Edited by 4206100093

575 words added

view changes

- complete history)
Keyword tags: penyakit kulit
More Info: links to this page
There are no threads for this page.  Be the first to start a new thread.